Larangan Praktik Judi Slot Online Dalam Islam

Judi Slot Online – Sebagai agama yang memiliki aturan menyeluruh untuk segala kegiatan manusia, Islam juga mengatur masalah perjudian. Judi kini telah berkembang, dari hanya sekedar tauhan pada permainan tradisional, menjadi permainan virtual yang melibatkan akses jaringan internet dalam penggunaannya.

Dalam Islam, judi disebut sebagai maysri, yang berarti mudah atau gampang. Hal ini dimaksudkan, bahwa pemain judi dapat menggandakan uang maupun harta yang dimilikinya dengan lebih mudah, sebab hanya bermodalkan taruhan. Selain menggandakan, mudah disini juga memiliki makna bahwa kehilangan harta maupun uang juga bisa terjadi dengan sama gampangnya.

Sehingga, larangan praktik Judi Slot Online maupun konvensional dalam Islam, sama-sama dilarang. Selain haaya menguntungkan salah satu pihak, judi juga membawa akibat yang buruk bagi pemainnya. Yang menang akan ketagihan dan terus menghabiskan uangnya di meja judi, sedangkan pihak yang kalah bisa saja berhutang hanya untuk melakukan judi kembali.

Karena memiliki banyak efek negatif tersebut, maka Islam melarang praktek-praktek judi. Dalam masyarakat pun, terutama yang tinggal di kawasan dengan ikatan keagamaan yang kuat, judi dianggap sebagai sebuah aib dan pemainnya cenderung dijauhi. Begitu pula dengan judi online, banyak pihak yang menyalahgunakan data yang dikirimkan oleh pengguna utuk mengakses situs judi online tersebut.

Dalam dunia virtual, informasi merupakan barang yang penting, sehingga bisa dikomersialkan dengan mudah oleh pemegang server. Kebanyakan permainan virtual yang menggunakan konsep judi, berada di situs internet yang memang di khususkan untuk melakukan perjudian. Karena tidak adanya perizinan khusus untuk bermain judi di internet, maka banyak ditemukan situs website seprti ini disana.

Walaupun telah menggunakan gaya bermain yang baru, namun larangan praktik judi online dalam Islam masih diberlakukan. Hal tersebut dikarenakan konsep yang digunakan masih berupa untung-untungan dan taruhan, aspek utama dalam perjudian. Lebih lanjut, surat al-Maidah ayat 90 menerangkan bahwa segala hal yang berkaitan dengan perbuatan syaithan, yakni judi, meinum arak dan menyembah berhala, merupakan hal yang terlarang.

Begitu pula dengan judi online, selain merugikan secara fisik, yakni kehilangan harta, uang dan waktu luang, berbagai informasi dan data diri pemain juga rentan untuk disalahgunakan oleh broker judi. Belum penipuan yang sering terjadi, sebab banyak situs judi online ilegal yang hanya mencari keuntungan semata.

Berikut merupakan dampak buruk, apabila seseorang tetap melakukan berbagai praktek judi, baik online maupun konvensional.

Malas Bekerja

Seorang pemain judi hanya memikirkan bagaimana caranya ia mendapatkan keuntungan, dan melipat gandakan uang yang dimilikinya dengan bermain judi. Hal ini tentu membuat mereka malas bekerja, ataupun jika bekerja, uang yang di dapatkan tidak bisa digunakan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, karena habis digunakan untuk keperluan judi dan pembayaran hutang.

Bermain judi juga membuat mindset seseorang berubah dari mendapatkan uang dengan cara yang baik., menjadi mendapatkan uang sebanyak-banyaknya dengan instan. Inilah yang membuat Islam melakukan larangan praktik judi online ataupun judi konvensional.

Tidak Mendapatkan Rahmat Allah

Dampak negatif selanjutnya adalah tidak mendapatkan rahmat dan berkat atas uang dan harta yang di dapatnya dari berjudi. Walaupun mendapatkan uang yang berlimpah, namun cara mendapatkannya tidak halal, dan ia sendiri melakukan perbuatan yang dilarang dalam Islam. judi sendiri membuat kekayaan menjadi tidk bersih dan hati tidak tentram.

Mengakibatkan Permusuhan

Selain merugikan diri sendiri, judi juga merugikan keluarga, teman dekat dan masyarakat sekitar, baik perbuatan judi itu sendiri maupun pelakunya. Praktik judi yang tercela akan membuat anak-anak rentan melakukan hal serupa, sebab dinilai judi sebagai permainan semata. Apalagi jika tidak diberi pemahaman dan pengawasan orang tua yang kurang, praktik judi akan semakin masif dilakukan.

Selanjutnya, jika seseorang kalah dalam pertaruhan judi, mereka cenderung memiliki tabiat yang buruk, mulai dari marah-marah, melakukan pencurian dan memusuhi teman dan saudaranya. Berbagai hal negatif rentan dilakukan mereka yang kalah dalam meja perjudian.

Karena sebab demikian, Islam melakukan larangan praktik judi online, berikut dengan berbagai jenis judi lainnya. Apabila tidak mendapatkan ganjaran di dunia, maka hukuman yang diterimanya kelak di akhirat akan membuat pemain judi seharusnya mulai menghentikan kebiasannya tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *