Mengapa Bermain Juri Dilarang oleh Agama dan Negara?

Mengapa Bermain Juri Dilarang oleh Agama dan Negara? – Dari zaman ke zaman, judi selalu ada di lingkungan masyarakat dan bahkan terus berkembang lewat internet seiring perkembangan zaman. Tak peduli apakah itu di pedesaan atau di perkotaan, judi seperti sudah menjadi bagian dari kehidupan orang-orang. Di sudut-sudut kota dan di desa kita sering mendapati beberapa orang berkumpul untuk melakukan judi.

Ada banyak bentuk permainan judi yang bisa dilakukan. Di pedesaan, tak jarang mereka melakukan sabung ayam, permainan kartu gaplek, dan lainnya. Sedangkan di kota, saat ini sedang marak permainan judi online, atau yang dilakukan melalui internet oleh para pemain di berbagai negara. Ada banyak jenis dan bentuk permainan judi yang dilakukan oleh para pelaku. Namun, apa pun bentuknya, tetaplah berjudi itu dilarang oleh agama dan negara.

Mengapa agama dan negara melarang perjudian? Simak alasan berikut:

Merupakan Suatu Kekejian

Berjudi memiliki banyak dampak buruk, tak hanya kepada para pelaku, tetapi juga lingkungan masyarakat. Lingkungan yang banyak terdapat warga penggila judi dapat mempengaruhi warga lainnya untuk turut berjudi. Jika sudah begitu, lingkungan tersebut menjadi tidak sehat lagi. Itulah salah satu alasan mengapa judi dilarang oleh agama dan negara.

Tindakan kriminal dan perbuatan buruk lainnya akan menyusul seiring banyaknya pelaku judi di suatu wilayah. Judi juga dapat menghancurkan kehidupan pribadi dan sosial para pelakunya.

Tidak Adil

Dalam permainan judi terdapat unsur ketidakadilan. Para pelaku tentu menginginkan kemenangan. Kemenangan tersebut didapat atas barang yang sebenarnya bukanlah hak mereka. Para pelaku judi tidak bekerja untuk mendapatkan harta tersebut dan mereka tidak memiliki hak untuk mendapatkannya. Harta taruhan itu didapatkan secara kebetulan saja.

Memicu Keserakahan dan Mendorong Kemalasan

Orang yang sudah mulai ikut berjudi akan merasakan kecanduan. Hal tersebut memicu para pelaku untuk terus mendapatkan uang dari hari judi. Akhirnya, mereka jadi merasa malas untuk bekerja karena berpikir tanpa lelah-lelah bekerja juga bisa mendapatkan banyak uang.

Selain itu, para pelaku judi juga tidak akan pernah merasa puas dengan sekali kemenangan. Mereka tidak akan beranjak pergi demi mendapatkan keberuntungan yang lebih lagi. Rasa serakah itu yang membuat para penjudi Togel Hongkong akan terus bermain hingga akhirnya justru mendapat kekalahan sampai hartanya habis.

Menimbulkan Kecanduan

Alasan lain judi dilarang oleh agama dan negara adalah karena sifatnya yang membuat para pelaku kecanduan, layaknya mengonsumsi narkotika dan obat-obatan terlarang. Hal tersebut dipicu karena rasa penasaran yang timbul, baik saat menang maupun kalah dalam permainan judi.

Para pelaku merasa penasaran terhadap hasil permainan berikutnya. Sehingga, meski mendapatkan kemenangan pada awalnya, berikutnya mereka bisa terus mengalami kekalahan. Begitu juga dengan para pemain yang kalah sejak awal. Mereka juga tidak akan berhenti sampai di situ hingga akhirnya menjual seluruh aset yang ada bahkan melakukan tindakan kriminal.

Menjadi Lupa akan Tuhan

Bermain judi membuat seseorang menjadi lalai akan ibadah dan aturan lain yang ada dalam agama. Dalam agama apa pun, seseorang diwajibkan menjaga kebersihan rohaninya. Sedangkan berjudi merupakan suatu bentuk perbuatan yang diharamkan dalam agama sehingga tidak akan mungkin bisa membersihkan rohani para pelakunya.

Para pelaku judi juga abai terhadap konsep rezeki yang diatur dalam agama. Larangan yang jelas saja dilakukan, bagaimana mungkin seorang penjudi bisa mengindahkan segala petunjuk dari Tuhannya. Mereka tidak pernah melibatkan sang pencipta dalam setiap perbuatannya.

Menghasut Kebencian dan Iri Hati (Dengki)

Selain beberapa alasan di atas, judi dilarang oleh agama dan negara karena dapat menimbulkan rasa benci dan dengki di antara para pelaku. Tak dapat dipungkiri, kekalahan atas permainan judi membuat pelakunya kesal, marah, hingga akhirnya timbul kebencian dan dengki terhadap lawan mainnya yang memenangkan permainan.

Dari hal tersebut bisa timbul berbagai dampak buruk lainnya, mulai dari perkelahian, pencurian, hingga pembunuhan antar sesama pelaku judi.

Dari beberapa alasan di atas, dapat disimpulkan bahwa bermain judi merupakan suatu bentuk kekejian yang berdampak sangat buruk. Tak hanya bagi pelakunya, tetapi juga bagi lingkungan masyarakat. Para penjudi juga dianggap sebagai parasit yang menghabiskan sumber daya dan abai terhadap tanggung jawabnya sebagai warga di lingkungan tersebut.

Demikianlah alasan mengapa judi dilarang oleh agama dan negara. Semoga para pelaku bisa segera berhenti dan yang ingin mencoba segera mengurungkan niatnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *